Mengenal Ikan Hitam Air Tawar Endemi Sungai Batanghari

Ikan Hitam atau dikenal dengan nama Black Shark Fish atau para nelayan di Sungai Batanghari Jambi menyebut ikan ini dengan nama ikan sitam, ikan ini memang cukup dikenal oleh masyarakat, karena sering terjaring saat aktivitas menangkap ikan di Sungai Batanghari. Sedangkan untuk daerah jawa ada yang menyebut ikan areng arengan, sebab warnanya yang hitam pekat maka disebutlah ikan areng arengan.

Ikan Black Shark dengan nama latin Labeo chrysophekadion ini populasinya terbilang cukup tinggi, alhasil keberadaan ikan tersebut ada dimana mana, hampir merata di seluruh daerah di Indonesia.

Masih Banyak Ikan di Sungai Batanghari – infonyo.com

Ikan sitam atau ikan hitam selain dikonsumsi, juga dijadikan ikan hias oleh para penghobist, sebab ikan ini terbilang cukup unik warna yang hitam pekat serta bentuknya mirip ikan jenis shark lainnya yang meruncing kedepan dengan gerakan lincah.

Untuk ukuran yang sering dijadikan ikan hias mulai dari 3 – 20 centimeter, sedangkan untuk dikonsumsi hanya berukuran besar saja, sebab jika ingin dikonsumsi hendaknya diolah dengan baik agar bau amisnya tidak terlalu kerasa.

Spesifikasi Ikan Hitam

Jika ditelisik ikan ini sudah lama ditemukan, bisa saja populasinya hampir merata di seluruh dunia, berikut spesifikasi ikan ini :

Class: Actinopterygii

Order: Cypriniformes

Family: Cyprinidae

Genus: Labeo

Species: L. chrysophekadion

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Sumber : Bleeker, 1850

Ikan ini terbilang ikan sosial yang bisa hidup berdampingan dengan jenis ikan lainnya. Populasi yang tinggi membuat ikan ini tetap banyak dijumpai hingga saat ini, apalagi saat musim ikan tiba, maka banyak bermunculan dari berbagai ukuran.

Mitos Ikan Hitam

Dahulu di daerah pinggiran Sungai Batanghari masih dalam kawasan Kota Jambi juga beredar mitos ikan hitam. Menurut kabar yang beredar dimasyarakat, ada yang menyebut bahwa jika mengkonsumsi ikan hitam, maka kepala akan pusing.

Oleh sebab itu, jika masyarakat menjumpai ikan hitam sering kembali di release atau dilepas lagi, karena mereka menganggap jika mengkonsumsi ikan hitam atau ikan sitam kepala akan pusing. Alhasil ikan ini populasinya tetap ada hingga kini.

Termasuk Ikan Yang Banyak Duri

Salah satu alasan kenapa masyarakat banyak yang tidak suka mengkonsumsi ikan hitam adalah banyak duri. Ikan ini tergolong banyak memiliki duri yang halus didalam tubuhnya. Makanya, jika ingin dikonsumsi haruslah berukuran besar, serta yang mengolahnya harus pandai, jika tidak anda akan terkena duri yang ada pada tubuh ikan tersebut.  

Dijadikan Ikan Hias

Ikan hitam dijadikan ikan hias oleh para penghobist, tingginya populasi ikan ini dan juga mudah untuk mendapatkannya, ikan hitam juga menjadi ladang cuan bagi para pengepul. Umumnya ikan hitam dijual di kota kota besar untuk dipasarkan, jika didaerah asal ikan ini tergolong tidak laku.

Dari sinilah para pengepul mengumpulkan ikan ini untuk dijual, meskipun harganya tidak mahal, namun jika jumlahnya banyak, tentunya akan menjadi ladang cuan. Disisi lain, ikan ini nampaknya butuh oksigen tinggi, sebab ikan ini tergolong ikan yang mudah mati, sehingga butuh penangan ekstra.

Berdasarkan pengalaman pribadi, saya sering sekali menjumpai ikan hitam ini terjaring nelayan saat berada di pinggir Sungai Batanghari. Seperti terjaring jala, pancing, pukat ataupun serok. Rata rata ukuran yang didapat besar besar.

Rasa Ikan Hitam Saat di Konsumsi

Rasa ikan hitam hampir mirip dengan rasa ikan sejenisnya, misalnya ikan kapiat, lampam. Namun saat dikonsumsi tidaklah pusing seperti mitos yang beredar dimasyarakat, mungkin karena banyak duri, ikan ini sepertinya enggan untuk dikonsumsi.

Untuk memasak ikan hitam agar tetap enak di konsumsi adalah dengan cara di goreng garing, serta tubuh ikan dibelah belah agar memutus duri duri yang ada pada ikan tersebut. Cocok juga setelah digoreng garing lalu disambel, maka akan terasa nikmatnya.***

You May Also Like

About the Author: admin