Mengenal Ikan Botia Khas Jambi dari Sungai Batanghari

Ikan Primadona Untuk di Ekspor ke Luar Negeri

Ikan Botia atau dengan nama Botia Macracantha disebut juga ikan Jubang atau ikan merah saat ini masih menjadi primadona diantara ikan hias lain yang bersumber dari Sungai Batanghari Jambi. Selain hidup di Sungai Batanghari dan anak sungainya, ikan ini juga hidup didaerah Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Di Jambi, Ikan Botia masih didapat langsung dari alam dengan beragam ukuran, mulai dari yang baru netas dari telur indukannya sampai yang berukuran 5 inchipun masih kerap dijumpai.

Ikan Botia Macracantha salah satu ikan primadona yang di ekspor ke luar negeri

Saat air Sungai Batanghari mulai naik atau tinggi, biasanya saat musim hujan tiba, indukan Ikan Botia melepaskan telur, biasanya terjadi didaerah huluan Sungai Batanghari. Ditandai dengan banyaknya buih yang hanyut di Sungai Batanghari, buih tersebut tidak hanya telur Ikan Botia saja, namun juga dari ikan ikan lainnya.

Setelah telur ikan menetas, saat air mulai surut. Ikan Botia dan kawanan ikan lainnya mulai mudik ke huluan, artinya mendaki arus Sungai Batanghari.

[irp]

Biasanya para pencari Ikan Botia yang berada di pinggiran Sungai Batanghari mulai menangkap anakan Ikan Botia yang masih berumur 1-7 hari tersebut, dengan cara menjaring dengan jaring yang berukuran kecil, agar benih Ikan Botia tidak lolos terbawa air.

Setelah ditangkap dan di sortir antara Ikan Botia dan ikan laiinnya. Maka Ikan Botia tersebut di pelihara sampai usia 1-2 bulan. Untuk mendapatkan ukuran yang sesuai dengan permintaan pasar. Umumnya, antara 1-2 inchi, sesuai permintan para pengepul lokal dan eksportir tentunya.

Pemeliharaan ini butuh pengalaman dan ketelatenan, agar para peternak pembesaran Ikan Botia ini bisa untung dari memelihara ikan tersebut. Sebab ikan ini termasuk yang sensitif dan butuh penanganan ekstra.

[irp]

Selain itu, Ikan Botia juga ada yang ditangkap atau dijaring oleh nelayan ketika sudah besar, sekira ukuran 2 sentimeter keatas, seperti dengan cara di serok ataupun di tangkul.  Jika didapat ikannya sudah besar, tentu ikan ini langsung bisa dijual ke pengepul ikan hias, baik itu untuk dipelihara ataupun dijual kembali.

Ciri Ikan Botia Khas Jambi

  • Kecerahan Warna

Saat ditangkap dari alam warna ikan cerah, namun setelah dipelihara warnanya sudah mulai memudar. Dan ini sedikit berbeda dengan Ikan Botia dari Kalimantan yang tetap cerah meskipun telah dipelihara lama.

  • Harga relatif tinggi

Berdasarkan pengalaman harga Ikan Botia yang berasal dari Jambi terbilang sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan Kalimantan dengan ukuran yang sama. Hal ini bisa saja terjadi, karena Ikan Botia dari Jambi dipelihara dari ukuran benih berusia mulai 1 hari. Selain itu biaya perawatan dan pemeliharaan cukup tinggi, sehingga sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan Ikan Botia asal Kalimantan.

[irp]
  • Ukuran

Ukuran Ikan Botia Jambi umumnya tidak sebesar Ikan Botia dari Kalimantan. Sebab secara umum, Ikan Botia dari Kalimantan merupakan hasil tangkapan alam yang sudah besar ukurannya. Selain itu populasinya juga sangat tinggi jika dibandingkan Ikan Botia dari Jambi.

  • Warna Tubuh

Corak warna tubuh Ikan Botia sama dengan yang di Kalimantan, warna Orange dan Hitam bergaris pada tubuhnya. Sedangkan kepalanya meruncing kebawah pada bagian di sisi matanya, terdapat patil kecil.

  • Gerakan

Ikan Botia terkenal lincah dan agresif, apalagi jika ukurannya sudah mulai besar sehingga akan sulit didapat. Jika ingin mendapatkannya dengan mudah, rata rata di ukuran 2 – 5 sentimeter saja.

[irp]

Beberapa tahun yang lalu, di Jambi banyak sekali para pembudidaya Ikan Botia tepatnya peternak pembesaran. Namun akhir akhir ini, jumlahnya turun drastis, sebab pernah terjadi harga Ikan Botia anjlok dan berlangsung lama. Dari situlah banyak peternak pembesaran yang gulung tikar, sehingga enggan untuk memelihara Ikan Botia tersebut.

Berfluktuasinya harga Ikan Botia salah satu alasan para peternak pembesaran tidak mau lagi memelihara ikan tersebut. Namun saat ini para pengepul dan eksportir, mereka mendapat suplai Ikan Botia dari nelayan atau pengepul local yang masih setia mencari ikan ini.

Disamping itu, tidak hanya untuk ekspor ke luar negeri, Ikan Botia juga dipasarkan ke daerah lokal. Karena banyak hobist yang suka memelihara ikan tersebut di aquarium, karena ikan ini terbilang bagus dan unik. Selain pelet, Ikan Botia juga suka makan cacing sutra segar ataupun cacing beku.

[irp]

Meskipun tak sebanyak dulu, saat ini masih sering dijumpai Ikan Botia yang tertangkap jaring nelayan. Juga banyak di jual di toko toko ikan hias di berbagai daerah. Artinya, Ikan Botia masih menjadi primadona ikan hias, dalam dan luar negeri.***

You May Also Like

About the Author: admin