Menangkul Aktivitas Menangkap Ikan di Sungai Batanghari

Sungai Batanghari menjadi moda transportasi masyarakat sejak zaman dulu hingga kini, sungai yang terpanjang di Pulau Sumatera ini menjadi sumber mata pencaharian masyarakat yang berada disekitar sungai tersebut.

Ikan : Menangkap Ikan di Sungai Batanghari dengan Menggunakan Tangkul (istimewa)

Aktifitas masyarakat yang hidup disekitar Sungai Batanghari seperti mencari ikan dengan cara menjala, menangkul dan memancing adalah hal yang biasa dilakukan oleh masyarakat, selain sebagai buat lauk pauk dirumah, juga menjadi mata pencaharian sebagian masyarakat tersebut untuk menyambung hidup.

Kekayaan alam yang terkandung di Sungai Batanghari tidak terbatas hingga kini, untuk itulah semua pihak harus menjaga kelangsungan dan menjaga agar Sungai Batanghari tetap terjaga dengan baik.

[irp posts=”343″]

Sungai Batanghari, yang terletak di Pulau Sumatera, Indonesia, memiliki sejarah panjang sebagai sumber kehidupan dan transportasi bagi masyarakat di sekitarnya. Ikan yang ditemukan di sungai ini, seperti ikan haruan (Channa striata) dan ikan patin (Pangasius spp.), juga masih banyak lagi jenis ikan ikan lain yang ada di Sungai Batanghari.

Praktik menangkap ikan di Sungai Batanghari kemungkinan besar telah menjadi bagian penting dari kehidupan dan budaya masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

Menangkap ikan dalam sejarah umumnya dilakukan sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sumber daya alam. Banyak masyarakat tradisional yang tinggal di sepanjang sungai-sungai besar seperti Sungai Batanghari menggunakan teknik-teknik beragam untuk menangkap ikan, seperti menggunakan jaring, jebakan, alat pancing tradisional, dan lainnya. Praktik-praktik ini telah berkembang selama bertahun-tahun sesuai dengan kondisi alam dan budaya setempat.

Kembali lagi ke aktifitas menangkap ikan di Sungai Batanghari dengan cara menangkul. Tangkul merupakan salah satu bagian dari jaring yang memiliki beberapa ukuran, misalnya 1 x 1 meter persegi, 2 x 2 meter persegi ataupun ada yang lebih besar lagi yakni 3 x 3 meter.

Tangkul sendiri terbuat dari benang nilon ataupun benang bening yang dibuat secara manual ataupun oleh mesin. Memiliki empat sisi, disetiap sisi diberikan berupa tali sebagai pengikat di jari jari Tangkul nantinya. Jari jari tersebut dari bambu ataupun kayu yang kuat dan lentur, agar ketika digunakan tidak mudah patah.

[irp posts=”338″]

Tempat untuk meletakkan tangkul biasanya ada jamban atau rakit yang dibuat di pinggir Sungai Batanghari, nah dirakit inilah Tangkul diletakkan, ini khusus untuk Tangkul Ikan yang besar saja ya, sedangkan untuk tangkul kecil cukup dipegang dengan dua tangan sudah cukup, karena masih bisa dipegang. Sedangkan Tangkul besar sangatlah berat, sehingga butuh penyangga kayu, seperti pengungkit agar saat diangkat tidak berat.

Selain menggunakan rakit atau jamban, menangkul ikan juga bisa dilakukan langsung di pinggir pinggir sungai, dengan melakukan pijakan langsung ke tanah yang ada di pinggir sungai, hal ini sering dilakukan oleh masyarakat.

Adapun waktu menangkul biasanya disaat ikan mudik, ikan mudik berarti ikan mendaki arus air kearah hulu sungai secara bergerombol, nah saat itulah yang tepat untuk menangkul ikan. Jika tetap waktunya, maka akan banyak ikan yang berhasil ditangkap, hasil tangkapan tersebut selain dikonsumsi sendiri juga dijual lagi tentu sangat menguntungkan.

Meskipun tidak tiap hari, tapi momen ikan mudik ini sangat dinantikan dimana ikan yang mudik atau lewat merupakan rezeki yang sayang untuk dilewatkan.***

You May Also Like

About the Author: admin