Tips Menanam Singkong Agar Berbuah Banyak dan Besar

Singkong atau juga ubi kayu sangat mudah tumbuh di daerah tropis seperti di Indonesia. Namun tidak hanya sekadar tumbuh, jika ingin memiliki kualitas umbi yang baik tentu harus butuh perencanaan yang baik mulai dari pemilihan bibit hingga proses tanam sampai panen.

Selain disebut ubi kayu, singkong juga disebut ketela pohon ( cassava ) dengan bahasa latin Manihot esculenta digunakan sebagai makanan pokok masyarakat disejumlah daerah di Indonesia, sedangkan daun digunakan sebagai sayur dan lalapan.

Sedangkan umbi singkong sendiri sejak dari dulu hingga saat ini sudah banyak diolah, selain hanya direbus atau digoreng, seperti  dijadikan kue atau bahan makanan yang beraneka ragam tentunya sangat enak dan menggugah selera.

Tips Agar Singkong Banyak Umbi

Agar singkong menghasilkan banyak umbi, Anda perlu memberikan perawatan yang baik dan memperhatikan beberapa faktor penting. Meskipun terlihat sepele namun ini sangatlah penting untuk mendapatkan hasil umbi singkong yang besar dan berkualitas nantinya.

Berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan produksi umbi ubi kayu:

  • Pemilihan Varietas yang Tepat

Pilih varietas singkong yang memiliki potensi produksi umbi yang tinggi. Ada berbagai varietas singkong dengan karakteristik yang berbeda, termasuk beberapa yang menghasilkan umbi lebih besar.

Biasanya pemilihan ini berdasarkan hasil umbi yang dihasilkan dari bibit tersebut sebelumnya. Banyak dari masyarakat yang melihat serta merasakan kualitas umbi yang dihasilkan dari indukan singkong tadi, selanjutnya baru ditanam di lahan milik mereka. Ini adalah cara terpraktis dan akurat untuk mendapatkan varietas bibit yang tepat.

  • Tanah yang Sesuai

Pastikan tanah tempat Anda menanam ubi kayu memiliki pH yang sesuai dan kualitas tanah yang baik. Ubi kayu tumbuh lebih baik dalam tanah yang gembur, bebas dari batu, dan memiliki drainase yang baik.

Singkong sangat suka ditanam pada tanah yang gembur danmemiliki unsur hara organik yang tinggi, agar umbi dapat berkembang dengan baik dan seragam. Pemilihan tanah yang pas ini sangat menentukan keberlangsungan tanaman singkong nantinya.

  • Persiapan Lahan

Lakukan persiapan tanah sebagai lahan yang baik sebelum menanam.  Bersihkan lahan yang akan ditanami dengan baik, hilangkan gulma, dan tambahkan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Agar saat ditanami singkong dapat tumbuh berkembang dengan baik, serti asupan bahan organik terpenuhi. Jangan sampai saat menanam baik itu dikebun atau dipekarangan rumah, lahan masih banyak dengan gulma atau rumput liar lainnya.

  • Pemilihan Lokasi yang Tepat

Salah satu hal terpenting saat menanam singkong adalah dengan pemilihan lokasi. Pilih lokasi yang terkena sinar matahari penuh, karena ubi kayu membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk pertumbuhannya.

  • Penanaman yang Benar

Tanamlah potongan batang singkong (setek) dengan baik dan benar. Pastikan setiap potongan memiliki tunas atau mata yang sehat, dengan posisi mata tunas menghadap keatas dan ini jangan sampai salah. Tanamlah batang  pada kedalaman yang tepat, biasanya sekitar 5-10 cm di bawah permukaan tanah.

  • Penyiraman yang Teratur

Ubi kayu memerlukan penyiraman teratur, terutama selama periode pertumbuhan awal. Pastikan tanah tetap lembab, tetapi hindari penyiraman berlebihan yang bisa menyebabkan akar membusuk.

Serta perhatikan drainase sebagai saluran pembuangan air, agar tidak terjadi pembusukan akar pada singkong tersebut. Jika kondisi panas yang terik atau jarang sekali hujan, lalukan penyiraman pada sore hari.

  • Pemupukan yang Tepat

Berikan pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman singkong. Pupuk kandang atau pupuk organik lainnya bisa membantu meningkatkan kesuburan tanah. Selain itu, tambahkan pupuk mineral dengan komposisi NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium) yang seimbang.

  • Pengendalian Hama dan Penyakit

Awasi tanaman Anda untuk memeriksa tanda-tanda serangan hama atau penyakit. Terapkan tindakan pengendalian yang tepat jika diperlukan untuk melindungi tanaman Anda.

  • Pemeliharaan Tanaman

Selama pertumbuhan, pastikan untuk memelihara tanaman dengan merapikan tanaman yang tumbuh terlalu rapat dan menghilangkan dedaunan yang mati atau sakit. Jarak tanam sangat menentukan untuk menghasilkan umbi yang berkualitas, untuk itu hal ini sangatlah diperhatikan.

  • Panen pada Waktu yang Tepat

Panen ubi kayu ketika umbinya telah matang. Anda dapat memeriksa kematangannya dengan menggali satu umbi dan memeriksa apakah ukurannya sudah sesuai. Hindari meninggalkan umbi di tanah terlalu lama setelah panen.

Biasanya singkong dipanen setelah memasuki usia 5-6 bulan setelah tanam, bisa dilihat dari umbi yang telah dihasilkan. Jika sudah cukup waktu lakukanlah pemanenan,  jangan dibiarkan terlalu lama.

Jika singkong terlalu lama dipanen dibiarkan selama setahun bahkan lebih, biasanya umbi yang dihasilkan tidak cukup baik, bahkan mengeras. Untuk itu, panenlah singkong dengan tepat waktu, agar lahan tersebut bisa kembali ditanami.

  • Simpan dengan Baik

Simpan umbi kayu di tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Ini akan membantu mencegah umbi dari pembusukan atau pertumbuhan tunas yang tidak diinginkan.

Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas, Anda dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan produksi umbi singkong yang baik. Ingatlah bahwa perawatan yang tepat dan pemantauan yang rajin dapat memainkan peran kunci dalam keberhasilan pertanian singkong.***

You May Also Like

About the Author: admin