Teknis Budidaya Ikan Gurame Kolam Terpal

Ikan Gurame sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, bahkan luar negeri, dan menjadi salah satu ikan primadona yang banyak disukai oleh masyarakat. Meskipun sedikit amis, daging ikan gurame terbilang enak  dan gurih, cocok dimasak apa saja, seperti digoreng, dibakar ataupun di sop.

Banyaknya peminat ikan gurame, membuat produksi ikan gurame di sentra-sentra pembudidaya ikan gurame terus kebanjiran order, bahkan kekurangan dengan tingginya permintaan.

Pemeliharan bibit ikan gurame di kolam terpal, memiliki banyak sekali keutungan dan kemudahan. Sebab, selain biaya yang murah, untuk perawatan dikolam terpal juga sangat mudah. Sehingga, biaya produksi untuk pemeliharaan bibit ikan gurame bisa ditekan sehemat mungkin.

Untuk bibit sekitar 5.000 ekor, perlu kolam dengan luasan 2 x 3 meter, dengan ketinggian air 30-50 cm, dan ketinggian kolam 60-70 cm. Dengan tujuan agar terhindar dari predator-predator yang akan menganggu bibit ikan gurame yang ada di kolam.

Serta baskom-baskom kecil untuk pemeliharaan telur ikan gurame hingga usia sekitar 7 hari atau satu minggu.  Wadah atau tempat membudidaya bibit ikan gurame sangat penting, untuk bibit gurame yang baru menetas dipelihara didalam baskom-baskom kecil, sampai usia satu minggu. Setelah satu minggu baru ditebar di kolam terpal yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Untuk menjaga kandungan oksigen didalam kolam terpal, penting sekali ditambahkan aerasi, dengan menggunakan mesin aerator yang dijual dipasaran.

Tahapan Memelihara Gurame

 Adapun tahapan-tahapan untuk memilihara bibit ikan gurame dari mulai telur hingga ukuran silet sekitar lebih kurang 3 centimeter adalah sebagai berikut :

  1. Bibit/telur ikan gurame

Belilah bibit atau telur ikan gurame yang berkualitas harga satu butir bibit ikan gurame bervariasi setiap daerah rentang harga Rp. 90 hingga Rp. 120 untuk per ekornya. Biasanya para pembudidaya membeli dari daerah Jawa, yakni Purwokerto, karena disana udah dikenal bahwa telur yang diproduksi cukup bagus dan berkualitas, serta kuantitas hitungannya juga tidak jauh meleset.

Ciri-ciri telur gurame yang bagus adalah dengan melihat bentuk fisik telur tersebut, secara umum bentuknya bening dan lincah. Meskipun lama diperjalanan, namun bibit atau telur ikan gurame tersebut tetap lincah.

  • Siapkan baskom yang berisi air 1-2 hari sebelum bibit atau telur gurame tadi datang, dengan tujuan agar kandungan oksigen dan ph air normal dan penyesuaian pada suhu ruangan.
  • Jika bibit atau telur ikan gurame sudah datang, rendam sebentar kantong plastic yang berisi telur ikan gurame yang berumur sehari tadi sekitar 30 menit. Tujuannya adalah aklimatisasi atau penyesuaian diri dengan suhu luar dan suhu air yang ada didalam baskom.
  • Selanjutnya, buka kantong plastik berisi telur ikan gurame tadi secara perlahan dan masukkan telur-telur ikan gurame tadi kedalam baskom yang telah dipersiapkan.
  • Amati dan teliti, mana-mana telur yang berwarna buram dan ambil menggunakan sendok plastic kecil, sebab telur-telur ikan gurame yang berwarna buram tersebut dipastikan mati. Sedangkan telur yang bagus berwarna bening. Lakukan pada pagi dan sore hari, agar telur-telur yang rusak atau mati tersebut tidak merusak telur-telur ikan gurame yang bagus lainnya. Jika tidak diambil, airnya akan mengeruh dan itu akan berakibat fatal.
  • Setelah telur-telur ikan gurame umurnya 5-7 hari tentu ada perubahan dan mulai lincah atau bergerak memutar, artinya bibit ikan gurame siap dipindahkan.
  • Lakukan pemindahan secara perlahan dengan menggunakan mangkok kecil, atau ikan tidak stress, lakukan pada pagi atau sore hari. Bisa langsung ke kolam terpal yang airnya telah dipersiapkan ataupun ke akuarium.
  • Selanjutnya, dengan melihat fisik bibit ikan gurame, dimana stok makanan bawaan yang ada diperutnya sudah mulai kempis, silahkan beri kutu air atau cacing sutera. Saran kami, lebih baik berikan kutu air 3-4 hari, agar semua bibit ikan gurame tadi semuanya dapat pasokan makanan dari kutu air tersebut, karena ukuran mulutnya yang kecil, maka akan sulit untuk makan cacing sutera. Pemberitan kutu air setiap 4-6 jam sekali, tergantung kondisi, apakah masih ada atau sudah habis.
  • Sekiranya sudah mampu untuk makan cacing sutera, barulah berikan cacing sutera, lakukan menyebar pada kolam terpal. Pastikan kolam terpal teduh, atau berikan pelepah daun pisang, ataupun genteng, sebagai tempat ikan berteduh atau bermain-main.
  • Setelah bibit ikan gurame umur 3 minggu setelah pemberian cacing sutera, silahkan berikan pakan berupa pellet pf 500 atau pf 800 sesuai kan dengan kondisi mulut ikan, dan ini dilakukan pagi dan sore hari.
  • Semakin besar ikan, semakin besar ukuran pellet atau pakan ikan yang diberikan, jika sudah besar bisa berikan pf 1000. Jika kolam ikan airnya mengalami perubahan, sedot kotoran didasar kolam dengan menggunakan selang kecil. Jika tidak memungkinkan lakukan penggantian air, usahakan jangan sampai habis, sisakan sekitar 25 persen air yang lama, lalu tambahkan air yang baru.
  • Umumnya, ikan gurame sampai ukuran silet sekitar lebih kurang dua bulan masa pemeliharaan, dengan catatan pakan cukup dan perawatan intensif.

Demikianlah informasi singkat mengenai teknis budidaya ikan gurame, mulai dari telur hingga sampai ukuran silet, kritik dan saran silahkan layangkan ke kami.wassalam***

You May Also Like

About the Author: admin